Jenderal Kriz. Diberdayakan oleh Blogger.
Berita Terbaru

Sore Ini Barito Putera Bentrok Lagi dengan Martapura FC


Setelah sempat tertunda beberapa hari, laga uji coba antara Martapura FC (MFC) kontra Barito Putera, bakal digeber, Kamis (28/11/2013) sore ini.
Laga akan dimulai pukul 15.30 Wita, di Stadion Demang Lehman Martapura, Kabupaten Banjar.
Selaku tuan rumah, MFC tidak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya yang dikenal dengan nama Monster (Martapura FC Diamond Supporter).
Karena itu, trio pelatih Frans Sinatra Huwae, Abunawas, dan Taufik, akan menurunkan tim terbaik, yang merupakan gabungan pemain lama dan calon pemain baru yang masih dalam proses seleksi.
Beberapa pemain yang sedang dalam pemantauan, di antaranya Fahreza Agamal, M Husein, M Renggur, Adam, Joko Prayitno dan bek kiri kawakan, Isnan Ali. Ada juga tiga pemain asing, yakni Yao Rudy, Kasim Aidara, dan Aliou Kante yang baru bergabung.
"Semuanya akan kami mainkan besok (hari ini). Karena, sasaran uji coba kali ini untuk melihat performa terbaik mereka," kata Pelatih Kepala MFC  Frans Sinatra Huwae, Rabu (27/11/2013).
Kualitas mereka, lanjut Frans, akan lebih mudah dilihat saat melawan tim kuat seperti Barito Putera, sang peringkat keenam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013. Karena itu, Frans berharap semua pemain yang diturunkan mampu menunjukkan kualitas.
"Kami akan menilai bagaimana kualitas masing masing pemain saat mendapat tekanan, dan kemudian keluar dari tekanan tersebut. Makanya, kami harapkan mereka tampil secara  maksimal," harap Frans.
Uji coba ini, sambungnya, merupakan penentuan nasib ketiga pemain asing yang telah merapat ke MFC.
"Setelah uji coba, kami segera memutuskan mana yang bisa kami ambil dan mana yang tidak," jelasnya.
Terpisah, Pelatih Kepala Barito Putera Salahudin, membenarkan bahwa uji coba akan dilaksanakan pada sore ini.
"Insya Allah besok (sore ini) kami uji coba dengan Martapura FC," ucapnya, kemarin.
Tak hanya bagi MFC, menurut Salahudin, uji coba ini juga menjadi ajang timnya untuk melakukan seleksi pemain.
"Sasaran kami adalah untuk memantau performa beberapa pemain yang sedang diseleksi," ungkapnya.
Tiga pemain yang menjadi fokus pemantauannya adalah Dembele Makan, Deden, dan Syahroni.
Sementara, pencinta Barito dan MFC yang akan menonton laga ini, bakal dipungut biaya tiket masuk Rp 10 ribu. Pembelian tiket dilakukan di depan pintu masuk tribun VIP stadion, mulai pukul 14.00 Wita.
Menurut Asisten Manajer Martapura FC Junaidiansyah, biaya tiket masuk digunakan untuk keperluan kebersihan stadion. Mengingat, biasanya setelah uji coba, banyak sampah berserakan di stadion.
Biaya tiket juga untuk membiasakan penonton, terutama pencinta MFC agar selalu membayar ketika menonton laga tim kesayangannya.
"Tim profesional, salah satu sumber pendapatannya adalah dari tiket penonton. Kami berharap, dengan belajar lebih dini, penonton Martapura FC terbiasa saat di Divisi Utama nanti," bebernya. (*)

Martapura FC Coret Keponakan Ramdhani Lestaluhu


KEINGINAN Zulfikar Ali Mustaqim Ohorella untuk berkostum Martapura FC (MFC) yang akan mengarungi Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 kandas sudah.
Pemain yang akrab disapa Mustaqim itu rupanya masih belum sesuai dengan kriteria pemain yang dicari tim pelatih MFC yang terdiri atas Frans Sinatra Huwae, Abunawas dan Taufik.
Bahkan, Selasa (7/1) Zulfikar ini resmi dipulangkan jajaran pelatih dan manajemen tim berjuluk Laskar Sulthan Adam ini. Padahal, hampir dua minggu pemain yang merupakan keponakan penggawa Timnas U-23 dan Persija Jakarta, Ramdhani Lestaluhu berjuang untuk mendapatkan tempat di MFC.
Mustaqim sendiri merupakan pemain yang memiliki modal bagus untuk menjadi bagian MFC. Apalagi, di tim sebelumnya, PS Bangka, pemain kelahiran Ambon, 28 Juni 1993 itu merupakan penggawa andalan.
Dia turut andil membawa PS Bangka masuk delapan besar Divisi Utama 2013. Kala itu, PS Bangka juga diperkuat M Husein dan Martial Poungoue Nz yang kini sudah deal dengan MFC.
Sayangnya, kualitas pemain yang juga mantan Persija U-21 itu tak bisa melebihi penggawa MFC yang ada. Akibatnya, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini pun tak bisa kembali bersama Husein dan Martial.
"Mustaqim untuk saat ini belum sesuai yang kita cari dan inginkan. Jadi terpaksa kita pulangkan," ujar pelatih kepala Martapura FC, Frans Sinatra Huwae.
Keputusan untuk memulangkan Mustaqim sendiri, menurut Frans, bukan berarti dikarenakan performanya jelek. Hanya, performa Mustaqim tidak jauh beda dengan pemain MFC yang sudah dimiliki.
Padahal, dari tiga slot kosong tersisa dari kuota 25 pemain yang diingini, tim pelatih bertekad mendapatkan penggawa yang kualitasnya melebihi yang ada.
"Kita tidak mengambil Mustaqim karena kualitasnya hampir sama dengan yang sudah ada. Sedangkan kita menginginkan mendapatkan yang lebih di atas dari yang sudah ada ini," jelasnya.
Mustaqim sendiri, datang mengadu nasib di MFC sekitar dua pekan lalu. Dia datang hampir berbarengan dengan Firman Septian dan Muhammad Irvan Santoso.
Sebelum Mustaqim, Irvan Santoso yang merupakan mantan penggawa Persik Kediri telah lebih dulu dipulangkan. Saat mengikuti seleksi, Irvan dibekap cedera.
Sedangkan, untuk Firman yang merupakan mantan pemain Persitara Jakarta Utara, nasibnya lebih baik. Dia direkomendasikan tim pelatih bersamaan dengan Martial Poungoue.
Sayangnya, proses negosiasi pemain yang direkomendasikan striker andalan MFC, Muhammad Renngur itu cukup alot. Sampai saat ini, belum ada kesepakatan antara manajemen dan Firman.
Terpisah, Manajer Martapura FC, Ami Said membenarkan telah memulangkan Mustaqim. "Mustaqim hari ini (kemarin, Red) sudah kita pulangkan. Dia kita pulangkan karena memang tidak ada sinyal dari tim pelatih untuk memberikan rekomendasi untuk direkrut," ujar Ami Said.
Said menambahkan, batal merekrut pemain yang pernah berseragam Timnas U-18 itu, MFC akan melanjutkan perburuan pemainnya guna melengkapi slot kosong yang masih ada. Frans Rumbon/Metro Banjar

Dua Pemain Kamerun Kesasar Saat Mau Latihan


SUDAH satu bulan lebih bergabung Martapura FC (MFC), namun dua pemain asing asal Kamerun, Henry Njobi Elad dan Martial Poungoue, rupanya belum hafal betul tempat-tempat tertentu di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Terbukti keduanya sempat nyasar saat mau menuju tempat latihan MFC, beberapa hari lalu. Akibatnya, mereka pun terlambat tiba di lapangan Puma, Loktabat Utara, Banjarbaru.
Keadaan tambah parah saat Martial berpendapat dia dan Njobi harus terlebih dahulu berlari mengelilingi lapangan, demi membayar kesalahan atas keterlambatan itu.
Namun Njobi punya pendapat lain. Menurut dia, karena terlambat, mereka harus terlebih dahulu melapor dan meminta izin kepada tim pelatih sebelum ikut latihan.
Tetapi Martial bersikeras pada pendapatnya. Itu berdasarkan pengalamannya bergabung di tim lain. Meskipun ragu, Njobi akhirnya mengikuti keputusan Martial.
Nah saat keduanya berlari, tim pelatih MFC; Frans Sinatra, Abunawas dan Taufik, langsung memanggil. Merasa keduanya tidak melapor terlebih dahulu, tim pelatih akhirnya memberikan hukuman push up kepada mereka.
"Coba andai ikut pendapat Njobi, keduanya takkan kena hukuman push up,@ cerita Frans Sinatra seraya tertawa.
Sebenarnya, keterlambatan itu tidak disengaja oleh kedua pemain asing itu. Martial dan Njobi saat itu, salah mendatangi tempat latihan.
Mereka berangkat bersama-sama menuju lapangan Porgala di Loktabat Selatan, Banjarbaru, karena mengira sore itu Isnan Ali dan kawan-kawan latihan di sana.
Sempat sekitar setengah jam menunggu di lapangan Porgala, ternyata tak satu pun pemain maupun pelatih muncul. Keduanya pun berinisiatif menelpon pelatih, dan menanyakan mengapa di lapangan Porgala tak ada latihan.
Ternyata, saat itu, tim MFC melakukan latihan di lapangan Puma Banjarbaru. Bahkan semua pemain sudah lengkap berkumpul. Setelah mendapat penjelasan dari tim pelatih melalui telepon, keduanya pun langsung saja bergegas menuju lapangan Puma.
Pelatih kepala MFC, Frans Sinatra menerangkan, kedua pemain asing itu memang menunjukkan keseriusan dan motivasi besar bersama Laskar Sulthan Adam.
Dia berharap sikap tersebut bisa melecut motivasi pemain lainnya, saat mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014, mulai pertengahan April mendatang
Terlepas dari itu, Frans menegaskan, perlakuannya terhadap semua pemain adalah sama. "Kami tidak ada istilah pemain bintang. Yang salah ada sanksinya," pungkasnya. (frans rumbon/metro banjar)

Isnan Ali Ketagihan Papuyu Sambal Mangga


Isnan Ali (34) yang kini berseragam Martapura FC (MFC), bukan sosok baru bagi pencinta sepak bola Banua. 
Soalnya, pada 2001-2002, Isnan merupakan bek kiri andalan kesebelasan Barito Putera Banjarmasin.
Karena itu, dia tak asing pada masakan dan makanan khas Banjar. Apalagi, sejatinya sang istri, Rima, asli urang Banjar. Dia sebelumnya tinggal di Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin Selatan.
Makanya, ketika bergabung dengan MFC sejak Desember 2013 dan tinggal di Kota Banjarbaru, Isnan tak perlu beradaptasi lagi soal makanan.
"Saya suka masakan Banjar. Saat ini saya lagi gemar ikan papuyu (betok) goreng pakai cacapan sambal mangga," ujar Isnan kepada Metro Banjar (Tribun Network), Senin (10/2/2014).
Selain menyantap di warung atau rumah makan, Isnan mengaku tak jarang sengaja datang ke rumah mertuanya di Jalan Pekauman Banjarmasin.
"Kalau di rumah mertua, saya pasti disuguhi masakan Banjar," tutur pesepak bola kidal.    
Tidak hanya lauk yang disukai Isnan, rasa dan aroma beras Banjar juga sudah merasuk dan sangat cocok dengan lidahnya. Untuk yang satu ini, Isnan mengaku harus kuat-kuat menahan diri, demi menjaga porsi makanannya.
Sebab, bila sudah makan nasi yang berasal dari beras Banjar seperti siam unus, Isnan yang eks bek Timnas Indonesia, mengaku nafsu makannya menjadi meningkat. Padahal, banyak orang bilang nasi masakan orang Banjar rasanya keras. Namun begitu, Isnan justru sangat menyukainya.
"Mungkin bagi banyak orang nasinya karau (keras). Tapi saya malah suka sekali. Kalau sudah makan, maunya nambah terus,” kata Isnan seraya tertawa.
Saat ini, mantan pemain PSM Makassar, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung, tinggal di Banjarbaru seorang diri. Istrinya menemani ketiga anak mereka di rumah mereka di Tangerang. Bila sang istri ke Banjarmasin, Isnan pasti minta dibuatkan masakan Banjar kesukaannya. (*)

Jordy Kustiawan Jalani Terapi Khusus Pakai Uap Demi Laga Perdana Martapura FC


KEINGINAN kuat Jordy Kustiawan agar bisa tampil pada laga perdana di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014 bersama Martapura FC (MFC), membuatnya menempuh berbagai cara menyembuhkan cedera.
Sebelumnya pada uji coba MFC melawan Kalteng Putra, Maret 2014 lalu, Jordy terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera hamstring kaki kanan.
Sejak itu, mantan pemain Persema Malang ini terus berupaya  menyembuhkan cederanya agar bisa tampil saat laga perdana melawan Deltras Sidoarjo, 15 April mendatang.
Pertama, pemain yang berposisi sebegai stoper ini melakukan terapi sinar infra merah, yang menggunakan alat khusus. Kebetulan, alat ini dimiliki MFC.
Selain itu, dia kerap juga melakukan terapi menggunakan uap air hangat, namun bukan dengan cara direndam. Hampir tiap hari terapi ini dilakukannya.
Caranya, air hangat dimasukkan baskom, lalu kaki yang terkena cedera diletakkan di atasnya, tapi tak menyentuh air. Seperti di panggang, hanya uapnya yang dimanfaatkan.
Dia juga sering ke kolam renang Idaman, Banjarbaru untuk menguranginya. “Kadang melakukan terapi berenang, juga gym,” ujarnya.
Hasilnya, kondisinya saat ini sudah terus membaik meskipun belum 100 persen. Bahkan, Senin (31/3/2014) sore, dia sudah mulai kembali bergabung berlatih bersama Isnan Ali dan kawan-kawan.
“Barusan sudah ikut latihan, cuma masih ada sedikit rasa nyeri. Ya mudah-mudahan, beberapa hari lagi sudah hilang, dan kembali normal,” harapnya.
Selain Jordy, dua penggawa MFC lainnya, Muhammad Renngur dan Sunny Alifudin juga mengalami cedera parah. Renngur mengalami cedera lutut kanan, begitu juga Sunny Alifudin. Keduanya memang sempat mulai pulih, bahkan kembali bergabung dalam latihan.
Namun, saat ikut berlatih, kedua mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu kembali cedera. Akibatnya, saat ini mereka harus kembali fokus menjalani terapi pemulihan.
Ketiga pemain ini belum bisa mengikuti program latihan secara optimal, dan harus menjalani terapi dengan bantuan dokter tim, yakni Gusti Rifansyah.
“Memang tiga pemain kami masih dibekap cedera, dan harus menjalani terapi,” ujar pelatih kepala MFC, Frans Sinatra Huwae, Senin (31/3/2014) siang.
Meski tiga pemain ini masih dibekap cedera, Frans optimistis timnya bisa berkompetisi dengan baik di awal musim ini. Pasalnya beberapa pemain pengganti sudah mulai dipersiapkan sebagai antisipasi.
Meski demikian, Frans menaruh harapan besar agar ketiga pemainnya itu bisa secepatnya pulih, dan bisa kembali bergabung skuat Laskar Sulthan Adam untuk mengarungi kompetisi. Frans Rumbon/Metro Banjar
Terkait #Martapura FC#Persema Malang#Jordy Kustiawan#Muhammad Renngur#Sunny Alifudin#Frans Sinatra Huwae
Baca Juga
Isnan Ali Ketagihan Papuyu Sambal Mangga
Dua Pemain Kamerun Kesasar Saat Mau Latihan
Nasib Persema Masih Terhukum
Isnan Ali Ingin Sukses di Martapura FC
Martapura FC Coret Keponakan Ramdhani Lestaluhu

Bek senior, Isnan Ali ingin sukses bersama Martapura FC

 Bek senior, Isnan Ali ingin sukses bersama Martapura FC.
Pemain kelahiran Makassar pada 15 September 1979 itu berambisi membawa tim berjuluk Laskar Sultan Adam itu ke kompetisi strata tinggi, Liga Super Indonesia (LSI) musim depan.
"Saya ingin membawa tim ini ke LSI tahun depan. Saya yakin bisa mewujudkannya, karena tim ini berisi pemain-pemain muda yang memiliki bakat yang sangat bagus," kata Isnan kepada Super Ball, Minggu (26/1/2014).
Pemain yang musim lalu merumput di Persidafon Dafonsoro itu menilai Martapura FC memiliki peluang, karena dilatih pelatih Frans Sinatra Huwae.
"Dia pelatih andal yang bisa mengoptimalkan talenta pemain-pemain muda itu. Inilah salah satu alasan, saya memilih pindah ke Martapura FC musim ini," ucap Isnan.
Selain itu, di Martapura, Isnan juga ingin berbagi pengalaman. Pasalnya pemain-pemain muda membutuhkan motivator dari pemain-pemain senior seperti dirinya.
"Saya ingin berbagi pengalaman dengan pemain-pemain muda di sini. Sekaligus menyebarkan motivasi untuk perkembangan mereka. Ini yang membuat saya enjoy di sini," ucapnya.
Isnan juga yakin, Martapura FC bisa berkembang karena didukung pemain berpengalaman yang bergabung musim ini, seperti dua pemain mantan Barito Putera, Henry Njobi Elad dan Septariyanto. Mantan punggawa Persija Jakarta, Fahreza Agamal juga bergabung.
"Dengan tambahan pemain senior itu, saya yakin, tim ini bisa bicara banyak di kompetisi musim ini. Sehingga pelatih bisa membuat skema dan formasi kombinasi antara pemain muda dan senior. Ini bagus untuk kemajuan dan perkembangan tim. Makanya saya yakin musim depan, kami bisa lolos ke LSI," terang Isnan.(*)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Martapura FC - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger